Wednesday, November 20, 2013

Akhirnya Aku Menemukan Mu


Enam tahun lamanya luntang lantung di kehidupan yang tiada arah, empat tahun lamanya tenggelam dalam lautan dosa yang sepertinya tak berujung, sungguh saya adalah orang yang merugi dan sangat sesat.

Berbagai macam kegagalan dan kesusahan datang tiada henti, tak pernah menyadari apa arti semua yang terjadi pada diri ini. hanya terus bertanya dan bertanya, mengapa ini terjadi, mengapa harus saya yang mengalami ini semua, mengapa cobaan ini tiada henti mendera jiwa dan raga ini.

Keputusasaan dan kekalutan membuat diri ini jatuh semakin dalam, kehampaan membuat diri ini semakin tiada merasa. terus senantiasa menyalahkan dan menyalahkan pihak selain diri sendiri, tiada pernah belajar untuk berubah memperbaiki diri. egois dan congkak semakin menggerogoti, seperti manusia yang sudah buta, tuli, bisu, dan mati rasa. sakit raga sudah tiada arti, nasihat orang tua dianggap angin lalu, berbagai teguran tiada dapat terlihat, omongan yang keluar dari mulut ini tiada memiliki arti.

Semua hal berlalu begitu saja, waktu demi waktu, berusaha yang terbaik dengan kekuatan diri sendiri, namun hasilnya selalu saja kegagalan dan kekecewaan yang datang. saya tidak mengerti kenapa banyak hal buruk yang terjadi di saat saya sudah melakukan hal baik. saat itu saya buta, saya tidak melihat kedalam diri saya. apa yang salah? pertanyaan tersebut selalu terucap dan sampai sakit rasanya, namun tidak kunjung juga saya menemukan jawaban.

Sampai pada akhirnya ada saat diri ini berusaha lebih lagi untuk memperbaiki diri, coba fokus ke akherat, sungguh selama ini saya sudah buta, tidak bisa melihat hal yang jelas terpampang nyata di depan mata saya. mungkin dalam kasus saya, saya diberikan perantara dengan menyukai ceramah Ustad Yusuf Mansur, sehingga saya menggali lebih jauh dan lebih jauh lagi tentang apa yang salah dalam hidup saya. sampai saya membaca buku beliau yang berjudul "Temukan Penyebabnya Temukan Jawabannya". sungguh air mata ini tidak dapat berhenti mengalir, sungguh sudah banyak sekali hal yang salah yang sudah saya lakukan, saya selama ini tidak melihat dan tidak menyadari, atau mungkin tidak mau menyadari.

Yang selama ini terjadi dalam hidup saya adalah buah dari perbuatan saya sendiri, sungguh semakin saya menyelami diri saya, semakin banyak saya temukan dosa yang saya abaikan, tidak merasa bersalah ataupun tobat akan hal tersebut, terus dan terus mengulangi hal yang sama tanpa ada rasa bersalah. sungguh sangat merugi jadinya diri saya ini.

Allah sungguh Maha Pengasih dan Maha Penyayang, meskipun sudah banyak hambaNya ini mengecewakan Dia, tapi tiada pernah lelah Allah mengingatkan. sungguh azab yang berkepanjangan yang saya alami ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada saya yang sudah terlalu sering melakukan salah. Puji syukur kehadirat Allah SWT dan semua orang yang tidak pernah lelah mengingatkan saya untuk selalu memperbaiki diri, karena kini saya sudah menemukan akar masalah saya dengan jalan menemukan Allah. sungguh hidup yang saya jalani sekarang menjadi nikmat karena saya sudah menemukan Allah. sungguh mungkin saya kufur nikmat bila berkata demikian, karena Allah ada selalu dalam diri saya, tak pernah Dia jauh, hanya saya yang menjauhkan diri sehingga saya tidak bisa melihat betapa Allah sangat dekat dan sangat sayang kepada saya.
setelah menemukan Allah sungguh hidup terasa lebih nikmat, hati lebih tenang, semua pertanyaan seperti sudah terjawab. sungguh saya adalah manusia yang masih penuh dengan dosa, masih sangat harus selalu dan selalu memperbaiki diri agar tidak jadi manusia yang merugi lagi.

"apa yang kita tanam itulah yang akan kita tuai"

itu adalah hal yang sering saya dengar namun sering saya abaikan atau mungkin mengartikannya kedalam arah yang salah. kini hal yang saya pahami adalah semakin saya melihat jauh kedalam diri saya, semakin banyak hal salah yang sudah saya lakukan, sehingga wajar apabila saya menerima hal yang salah juga terhadap diri saya. apa yang kita tanam bukan hanya tentang baik dan buruk saja, tapi juga tentang benar dan salah.

"untuk aturan Allah benar dan salah hukumnya mutlak, untuk manusia baik dan buruk hukumnya relatif (tergantung dari pemikiran masing-masing orang)"

Selama ini saya hanya fokus pada hal yang baik dan buruk, "saya sudah melakukan hal baik knpa saya masih mendapat perlakuan buruk?" itu pertanyaan yang sering saya lontarkan. tapi tidak lagi sekarang, karena tiap ada hal buruk yang saya alami, saya koreksi diri lagi, apa ada hal yang salah yang sudah saya lakukan, sungguh hati lebih tenang dengan tidak menyalahkan orang selain diri sendiri, dengan lebih fokus ke diri sendiri dan memperbaiki diri.

"Tidak ada kesusahan yang muncul, tidak ada kesulitan yang timbul, dan tidak ada permasalahan kehidupan yang terjadi, kecuali diri kitalah yang mengundang permasalahan itu datang" 
Ust. Yusuf Mansur dalam buku beliau Temukan Penyebabnya Temukan Jawabannya